Jumat, 15 Mei 2015

10 Tahun PASPAMDA: Karya Nyata Untuk YASPIDA

Rentang panjang perjalanan PASPAMDA (Pasukan Penganan Yaspida) sejak pertama di dirikan pada tanggal 15 Mei 2005 sampai hari ini di usianya yang ke 10. PASPAMDA berhasil menjadi organisasi kesiswaan dan kesantrian yang sangat di perhitungkan keberadaannya.

Ukiran sejarah sejak pertama di dirikan cukup memberikan sumbangsih yang sangat berarti bagi lembaga yang menaunginya, YASPIDA. Ukiran itu tentu tidak serta merta tercipta begitu saja, laiknya mantra bim salabim. Dinamika organisasi dari masa ke masa sangat memperlihatkan jelas usaha kolektifnya untuk mengawal dan memastikan lembaga yang menaunginya tetap bertahan. Seperti prinsifnya yaitu menjadi pasukan pengaman yang mengawal progres Yaspida hari ini dan nanti.

Perjalanan panjang itu di ukir dengan banyak tangan dan harapan besar atas narasi sejarah yang menjadi spiritnya. "Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang" -Soekarno (06.06.91) ungkapan fonding father pada masanya, masih sangat relevan dengan konteks hari ini, milad PASPAMDA.

Bahwa Paspamda telah berhasil menelurkan kader-kader ummat dan bangsa. Capaian ini tentu menjadi sebuah kebanggan ketika menyoal eksistensi Paspamda. Di satu sisi. Di sisi yang lain, kebanggan itu justru kemudian harus menjadi beban tanggung jawab kader hari ini. Jika dulu (katakanlah) senior berhasil berproses di paspamda dengan baik sehingga menghasilkan out put yang patut di perhitungkan, lalu bagaimana kader hari ini. Ini tentu menjadi tantangan dan pekerjaan rumah yang cukup serius. Bukan hanya komandan atau pengurus saja, melainkan seluruh manusia yang pernah menjadi bagian dalam organ ini, salah satunya adalah alumni.

Proses perkaderan yang cukup panjang dan melelahkan tentu menjadi tolok ukur keberhasilan. Namun tak bisa di nafikan, kalau semua ada masanya, dan setiap masa ada orangnya. Artinya culture pada tiap masa tentu berbeda. Inilah yang menjadi bagian terpenting dalam mengevaluasi perkaderan. Bahwa betul kedisiplinan dalam berorganisasi adalah nafas, tapi masalah teknis harus terus di perbarui mengikuti arah gerak sejarah. Jika tidak, paspamda akan di tinggalkan dan kemudian tenggelam oleh waktu pada masanya. Apa yang kemudian menjadi tujuan harus tetap tercapai. 

Bagaimana oraganisasi ini bisa tetap survive dan berkontribusi positif, menjadi pertanyaan selanjutnya. Betul bahwa setiap organ memiliki masalah yang hampir serupa. Kehilangan peminat, kurangnya kualitas kader dan seterusnya dan seterusnya. Bukan waktunya merenung, karena perubahan tidak datang di malam buta dengan kaki tersila. Perubahan datang ketika kita sepakat untuk mengawalinya.

Garapan paspamda ke depan cukup serius. Sama seriusnya dengan memastikan baiknya perjalanan yaspida kedepan. Paspamda harus berfikir visioner, berdikari dan dinamis. Kalo bukan kita, siapa lagi.

10 tahun paspamda, karya nyata untuk Yaspida.

2 komentar:

  1. tak cukup wacana yang melangit, wacana besar harus membumi, mengakar baru bisa di rasakan manfaatnya.
    saya eris, salam PASPAMDA

    BalasHapus